Tagged: Global Whitening Phenomenon Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • dustyswan 6:54 am on March 19, 2009 Permalink | Reply
    Tags: Global Whitening Phenomenon, kebocoran ginjal, , kosmetik bermerkuri, kosmetik bocorkan ginjal, kosmetik impor,   

    Kosmetik Bocorkan Ginjal, Lebih 10 Wanita Medan Bocor Ginjalnya 


    Akibat sering memakai kosmetik yang diduga ilegal dan mengandung merkuri, lebih dari 10 wanita di Medan mengalami gangguan ginjal (syndroma nefrotik) berupa kebocoran pada ginjal. “Wanita yang mengalami kebocoran ginjal tersebut diketahui mempunyai riwayat sering memakai kosmetik tertentu dalam jangka waktu panjang,” kata Konsultan Ginjal dan Hipertensi RSU Dr. Pirngadi Prof. dr. Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH yang dihubungi Waspada Selasa (7/8).

    Medan, WASPADA Online

    Akibat sering memakai kosmetik yang diduga ilegal dan mengandung merkuri, lebih dari 10 wanita di Medan mengalami gangguan ginjal (syndroma nefrotik) berupa kebocoran pada ginjal. “Wanita yang mengalami kebocoran ginjal tersebut diketahui mempunyai riwayat sering memakai kosmetik tertentu dalam jangka waktu panjang,” kata Konsultan Ginjal dan Hipertensi RSU Dr. Pirngadi Prof. dr. Harun Rasyid Lubis, SpPD-KGH yang dihubungi Waspada Selasa (7/8).

    Harun mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah kosmetik yang digunakan pasien gangguan ginjal itu tidak terdaftar (ilegal) atau memang sudah terdaftar (legal). “Yang jelas, ada di antara pasien wanita yang berusia 20-an tahun itu menggunakan jenis kosmetik yang sama,” ujarnya seraya menambahkan bahwa kasus tersebut juga pernah dijumpai pada penghujung tahun 2006 serta awal tahun 2007 di RSU Dr. Pirngadi dan RSUP H. Adam Malik Medan.

    Harun menjelaskan, awalnya wanita-wanita tersebut mengunjungi dokter dengan keluhan sembab pada kulit wajah dan kaki. Setelah diketahui adanya riwayat sering memakai kosmetik, mereka dianjurkan untuk memeriksa air seni.

    Hasilnya, ditemukan kandungan protein dalam jumlah banyak. Sedangkan pada orang normal, tidak ditemukan adanya kandungan protein pada air seni. Ini berarti wanita tersebut mengalami kebocoran ginjal sehingga kandungan protein pada air seninya sangat tinggi.

    Setelah menjalani terapi pengobatan, sebagian di antara wanita tersebut dinyatakan sembuh. Namun ada juga yang terpaksa datang kembali berobat ke dokter.

    “Wanita ini mengaku setelah menjalani terapi pengobatan dan menghentikan pemakaian kosmetik yang biasa digunakannya, gangguan ginjalnya sembuh. Tapi penyakit itu kambuh setelah dia kembali menggunakan kosmetik yang sama,” ujar Harun.

    Biopsi Mengenai zat yang menyebabkan terjadinya kebocoran ginjal tersebut, Harun mengatakan, untuk mengetahui penyebabnya maka ginjal para pasien tersebut harus dibiopsi (diambil sedikit jaringannya untuk diperiksa dengan miskroskop). Umumnya, pasien menolak tindakan biopsi sehingga tidak diketahui jenis zat yang menyebabkan

    kebocoran ginjal tersebut.

    “Namun belajar dari pengalaman ini, dicurigai bahwa gangguan ginjal yang dialami para wanita tersebut memiliki kaitan dengan pemakaian kosmetik dalam jangka waktu cukup lama. Beruntung pasien tersebut segera mendapat pertolongan medis sehingga tidak mengalami gagal ginjal kronis,” demikian Harun.

    Di tempat terpisah, Kadis Kesehatan Kota Medan dr. Umar Zein, DTM&H, SpPD-KPTI mengatakan, merkuri (Hg) merupakan logam berat yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, nafas dan pencerahan. “Jika kosmetik jenis krim pemutih mengandung merkuri masuk melalui kulit, maka dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan gangguan ginjal,” ujar Umar Zein.

    Sebelumnya, Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Drs. Djamidin Manurung, Apt, MM mengatakan, pihaknya telah mengamankan ribuan produk kosmetik asal luar negeri yang tidak terdaftar dan dicurigai mengandung merkuri.

    Menurut Djamidin, merkuri merupakan bahan kimia yang tidak boleh digunakan untuk kosmetik karena dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dan gangguan ginjal dalam jangka waktu tertentu. “Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan kosmetik
    ilegal karena dicurigai mengandung merkuri yang sangat membahayakan kesehatan,” ujar Djamidin. (m26)

    ——————————————————————

    Want More ?

    Berharap Wajah Memutih, Malah jadi Merintih

    Salon Vagina di BlackList Dokter Kandungan

    Suntik Botox Kembali Makan Korban

    Death Shows Danger of Silicone Injections

    New York Beauticians Convicted of Disfiguring Faces of Two Clients with Bogus  Cosmetics Injections

    Teen Dies After Allergic Reaction to Acne Medication

    Suffering for Beauty has Ancient Root

     
    • kosmetik 3:58 am on February 2, 2011 Permalink | Reply

      apa yang bisa menyebabkan kebocoran ginjal tersebut ?

  • dustyswan 6:46 am on March 19, 2009 Permalink | Reply
    Tags: alergi pemutih kulit, bahaya pemutih kulit, , efek whitening cream, Global Whitening Phenomenon, , kulit mengelupas akibat pemutih, , skin bleaching, whitening cream   

    Whitening Cream : Serigala Berbulu Domba? 


    Hari-hari belakangan ini, Astrid (25), kelimpungan. Kulit wajahnya memerah, terasa panas dan gatal. Apalagi jika tersengat sinar matahari secara langsung. Perih yang mendera kian menghebat, Belum lagi, kulit wajahnya yang semula mulus, kini mengelupas di beberapa bagian. Terang, perubahan di kulit wajah Astrid membuat karyawati sebuah bank nasional itu dihinggapi rasa tak percaya diri. Apalagi saat ia harus bertemu dengan puluhan kliennya. Sulung dari tiga bersaudara ini nyaris tidak bisa menutupi rasa malunya.
    Semua ini bermula dari keinginan wanita ini memiliki kulit wajah putih nan halus. Astrid yang berwajah kecoklatan rupanya sudah kenyang dengan ledekan rekan-rekannya di kantor. Julukan ‘si hitam’ sempat muncul menggantikan nama panggilannya sehari-hari.
    Serbulan iklan produk pemutih iklan seolah membuka mata Astrid bahwa jawaban persoalannya mudah belaka. Namun, lantaran harga selangit yang ditawarkan produk-produk tersebut, Astrid memilih sebuah produk pemutih kulit yang harganya lebih murah. Tanpa berpikir panjang dan berkonsultasi dengan dokter kulit, Astrid memborong sebuah merek produk pemutih kulit wajah yang dijual bebas dengan harga miring demi mempercantik penampilan dirinya. Dari sejak tiga minggu lalu, ia tak pernah alpa mengoleskan krim pemutih di wajahnya saban pagi sebelum bekerja dan malam hari sebelum tidur.
    Sayang, angan-angan Astrid meraih kulit wajah nan putih dan mulus kini tinggal impian. Bukannya memutih, kulit wajah Astrid justru memerah dan mengelupas di beberapa bagian bak ular berganti kulit. Ini belum seberapa. Saban kali Astrid mengoleskan krim pemutih di wajahnya, ia harus menahan nyeri yang mendera.
    Mau tak mau, ujung-ujungnya Astrid harus ke dokter spesialis untuk memperbaiki kulit wajahnya itu. Bukannya mendapatkan kulit wajah putih, justru malah harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mengembalikannya ke penampilan semula.

    Source : Sriwijaya Post.

    —————————————————————

    Kosmetik Bocorkan Ginjal, Lebih 10 Wanita Bocor Ginjalnya di Medan

    Praktik Bedah Platik Gelap, Dokter Dihukum 3 Tahun

    Waria Tewas Usai Suntik Silikon

    Disuntik Silikon, Hidung Lela Berantakan

    Mau Cantik, Maut Taruhannya

    Memermak Kecantikan Berujung Kematian

    Mengandung Zat Kimia Berbahaya

    Belajar dari Kasus Hilda

    Spanish Look into Death of Nigerian First Lady After Cosmetic Surgery

    Kanye West’s Mother Dies After Cosmetic Surgery

     
    • dustyswan 7:19 am on August 10, 2011 Permalink | Reply

      waduhhh

    • Hanifah 6:48 am on August 4, 2011 Permalink | Reply

      Saya ingin mengklarifikasi pernyataan sy sebelumnya mengenai produk pemutih yg sy beli melalui http://www.medskincare.com.kesalahan bukan pada produk pemutih medskincare&Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK.Namun kesalahan ada pada sy sendiri yg tdk mau&enggan berkonsultasi dg dokterny slm penggunaan krimny.bekas merah kehitaman pd pipi&dagu sy dkarenakan sy yg menggosok pd wkt pemakaian produkny.yg mana tdk dalam pemakaianny tdk blh dgosok.skrg wajah sy sudah sehat kembali&bkas hitampun menghilang.sy jg telah mengenalkn produk pemutih medskincare kpd teman sy&ternyata hasilny memuaskan pd teman sy.kulit wajah teman sy menjadi putih sehat.skali lg sy mohon maaf kpd drSpKK yg berpraktek d RSAL&Klinik Pusura sby(Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK),ibu Lestari,konsumen medskincare atas pernyataan sy yg salah pd tgl 31 Maret 2011&sy anggap pernyataan sy itu SALAH&SAYA ANGGAP TIDAK PERNAH ADA.tidak ada sdikitpun maksud sy untuk mencemarkan nama baik siapapun.sy tekankan dsni bahwa produk pemutih MEDSKINCARE BENAR2 AMAN DIGUNAKAN krn penggunaannya dbwh pengawasan drSpKK.Pernyataan sy ini murni dr diri sy sndr tanpa paksaan dari pihak manapun.sekali lg sy mohon maaf kpd Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK,Bu Lestari&para customer MEDSKINCARE.Bsr harapan sy spy permohonan maaf sy ini dterima&semoga MEDSKINCARE smakin jaya&sll membuat kulit wajah wanita putih sehat.Terima kasih jg kpd pihak wordpress.com yg telah menerbitkn permintaan maaf&klarifikasi sy ini.-Eni Hanifah-

      • Desi 3:05 am on May 7, 2017 Permalink | Reply

        Hanya untuk info , medskincare tidak ada hubungannya lagi dengan Dr Autunno Sumitro, karena dia sudah bercerai dengan ibu lestari, DAN IBU LESTARI TIDAK PERNAH KONSULTASI DENGAN DR AUTUNNO SUMITRO. Mohon disebarkan agar orang lain tidak tertipu

      • shinta 10:21 am on May 14, 2017 Permalink | Reply

        kami atas nama keluarga besar Dr. Autunno Sumitro Sp.K.K dengan ini menyatakan bahwa Dr. Autunno Sumitro Sp.K.K sudah tidak ada hubungan suami-istri lagi (bercerai) dengan ibu Sri Lestari. maka dengan ini pula Dr. Autunno Sp.K.K sudah tidak ada hubungan penjualan obat dengan ibu Sri Lestari dan perlu diketahui bahwa ibu Sri Lestari bukanlah seorang dokter. dan tidak berhak menyandang nama Lestari AS.

        segala tindak perbuatan apa pun yang berhubungan dengan penjualan obat atau krim muka Dr.Autunno Sumitro Sp.K.K sudah tidak menjadi tanggung jawab Dr. Autunno Sumitro Sp.K.K

    • Eni Hanifah 6:32 am on August 4, 2011 Permalink | Reply

      Saya ingin mengklarifikasi pernyataan sy sebelumnya mengenai produk pemutih yg sy beli melalui http://www.medskincare.com.kesalahan bukan pada produk pemutih medskincare&Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK.Namun kesalahan ada pada sy sendiri yg tdk mau&enggan berkonsultasi dg dokterny slm penggunaan krimny.bekas merah kehitaman pd pipi&dagu sy dkarenakan sy yg menggosok pd wkt pemakaian produkny.yg mana tdk dalam pemakaianny tdk blh dgosok.skrg wajah sy sudah sehat kembali&bkas hitampun menghilang.sy jg telah mengenalkn produk pemutih medskincare kpd teman sy&ternyata hasilny memuaskan pd teman sy.kulit wajah teman sy menjadi putih sehat.skali lg sy mohon maaf kpd drSpKK yg berpraktek d RSAL&Klinik Pusura sby(Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK),ibu Lestari,konsumen medskincare atas pernyataan sy yg salah pd tgl 31 Maret 2011&sy anggap pernyataan sy itu SALAH&SAYA ANGGAP TIDAK PERNAH ADA.tidak ada sdikitpun maksud sy untuk mencemarkan nama baik siapapun.sy tekankan dsni bahwa produk pemutih MEDSKINCARE BENAR2 AMAN DIGUNAKAN krn penggunaannya dbwh pengawasan drSpKK.Pernyataan sy ini murni dr diri sy sndr tanpa paksaan dari pihak manapun.sekali lg sy mohon maaf kpd Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK,Bu Lestari&para customer MEDSKINCARE.Bsr harapan sy spy permohonan maaf sy ini dterima&semoga MEDSKINCARE smakin jaya&sll membuat kulit wajah wanita putih sehat.Terima kasih jg kpd pihak wordpress.com yg telah menerbitkn permintaan maaf&klarifikasi sy ini.

    • prita_ta 7:13 am on August 1, 2011 Permalink | Reply

      @ mba eny hanifah :
      kebetulan saya pemakai medskincare sudah bertahun2…. dan alhamdulillah kulit bersih, tidak jerawatan, cerah dan tidak ada masalah. mungkin apa yang mba rasakan berlebihan ya, atau bisa jadi memang tidak cocok, atau memang mba barengi dengan produk lain? coba diingat2 mba….
      karena setau saya, produk2 medskincare itu ringan, malah saya pernah pake produk yg mbak sebutkan tadi malah pernah merah2 muka saya.
      pengalaman saya menggunakan medskincare alhamdulillah baik dan memuaskan, jadi sampai saat ini belum kepikiran mau pakai produk lainnya.
      semoga lekas sembuh mukanya ya mba eny….

    • hanna hadi 7:07 am on August 1, 2011 Permalink | Reply

      beda lagi dg kasus saya, sy sdh menggunakan cream dr dr,Autunno itu sekitar lima tahun gak pernah ada masalah dg kulit saya malah jadi bersih kulit sy yg dulu banyak flek hitam dan jerawat sekarang sdh hilang bahkan teman teman saya disini ( palangkaraya) ikut2an beli melalui saya dan tak satu pun yg bermasalah, dan sampai sekarang saya masih menggunakan cream tersebut, biarpun kulit saya sdh bebas flek dan jerawat tp sy tetap menggunakan nya untuk perawatan, terimakasih MEDSKINCARE sebab dengan product anda saya cocok

    • Eni hanifah 3:11 am on March 31, 2011 Permalink | Reply

      Setelah membaca kasus astrid,sama persis dg apa yg sy alami sekarang.namun bedany sy tdk memakai pemutih yg djual dpasaran namun menggunakan krim pemutih dr SpKK yg berpraktek d RSAL &Klinik pusura sby(Dr.AUTUNNO SUMITRO,SpKK).sy mengetahui produkny mll http://www.medskincare.co.id&membeli produkny lsg melalui istri si dokter itu(Lestari) hrgny 300rb.sy br memakainy slm 5hr namun kulit sy jd panas,merah,perih,luka,keriput,kering,kulit terasa ketarik,mengelupas.sdh seminggu ini sy sdh brhenti memakai krim medskincare.namun efekny msh sy rasakan msh terasa perih,panas&kulit jd merah kehitaman.malu sy setiap kali ketemu dg org aplg dt4 kerja .hingga kini sy trauma memakai kosmetik apapn.ingin rasany kutemplokin muka si dokter itu dg krim buatanny itu aplg istriny yg bkn dokter tp brlagak sbg konsultan.kt minta maafpun tak prnah terucap dr mulut doktr&istriny itu.pdhl wajahq skrg jd rusak kedua pipi &dagu menghitam.saran sy sm teman2 jgn sekali2 mencoba menggunakan produk MEDSKINCARE. Lbh baek perawatan dklinik kecantikan yg memang sdh byk berhasil d byk wanita spt natasya,kose.Mohon doany y teman2 biar kulit wajahq bs kembali normal spt semula.g pa2 kulit coklat asalkan sehat.

      • lulu 8:28 am on August 1, 2011 Permalink | Reply

        assalamualaikum,lulu pengguna medskincare mau ksh koment blh kan…alhamdulilah kulit lulu semenjak pke produkx medskincare mulai terawat memang g instant n ad proses pengelupasan bbrp hari tapi tu bagian dr proses peremajaan awalx takut mang tapi setelah dijelasin ma mbk lestari n ngikutin anjuranx kulitku ad perubahan meski g putih bgt tapi bersih n g kusem lg,,,,mksh ya mbk tari aplg ramah n baek pas konsultasi slalu nanggepin dgn baek…smoga med skincare tambah baek lg ngeluarin produk2x kedepan ntr aminnn,,,,,,

      • ichaa 1:09 pm on August 1, 2011 Permalink | Reply

        Assalamualaikum Wr. wb

        menanggapi kasus kaka astrid dan kaka eni hanifah, ya itulah secuplik masalah yg terkait dg kecantikan, terkadang para wanita ingin serba instan demi mendapatkan kulit yg di idamkan.. hehe

        sehubungan dengan, kaka eni dengan menggunakan produk nya om sumitro, mungkin daya tahan kulit tiap orang berbeda. dalam hal ini, alhamdulillah, dg ijin Allah juga semenjak saya menggunakan produk medskincare dari ramadhan tahun lalu tepatnya akhir 2010, kulit saya yg agk berjerawat alhamdulilah berangsur-angsur pulih, dlm artian jerawat menghilang dan kulit menjadi lebih kenyal. ya kembali lg, mgkn daya tahan kulit tiap orang berbeda-beda ya kak,, hehe

        terlepas dari itu semua, saya doakan smg kaka eni segera pulih, dan kulit wajahnya menjadi cantik kembali.. hehe semangat, kaka!

    • kosmetik 2:42 am on January 31, 2011 Permalink | Reply

      kosmetik pemutih kulit apa yang cocok untuk kulit sensitif ?

  • dustyswan 6:30 am on March 19, 2009 Permalink | Reply
    Tags: akibat kosmetik palsu, akibat merkuri pada wajah, bahaya kosmetik bermerkuri pada wajah, , , Global Whitening Phenomenon, , kasus kerusakan akibat kosmetik, , kasus korban kosmetika, kasus korban krim pemutih wajah, , , , kosmetik ilegal, , , , wajah korban pemutih, wajah melepuh akibat kosmetik bermerkuri,   

    Berharap Wajah Memutih Malah Jadi Merintih 


    KETIKA Ny. Rinda, sebut saja namanya begitu, memasuki sebuah toko kosmetik di Kota Bandung, pelayan toko tidak terlalu memerhatikannya. Kendati muka ditutupi cadar, orang-orang di sekitarnya menganggap ia salah seorang penganut paham fanatik. Namun ketika ia menyibakkan cadarnya, orang meringis ngeri. Wajahnya retak-retak bagai sawah di musim kering. Ketika ia berbicara, dari retakan itu mengalir darah! Walau kesakitan, ia memaksakan diri datang ke toko untuk meminta pertanggungjawaban toko kosmetik tersebut.

    Perempuan itu menuding, kerusakan wajahnya diakibatkan pemakaian kosmetika pemutih wajah yang dibelinya di toko tersebut.

    “Peristiwa itu sudah agak lama. Dan jenis kosmetik pemutih wajah yang saat itu sedang tren kini sudah ditarik dari peredaran,” jelas Permadi (35) juga bukan nama sebenarnya. Permadi adalah salah seorang saksi mata dari “korban kosmetik ” tersebut, kebetulan juga seorang supplier kosmetik di Bandung.

    Menurut Permadi, jenis kosmetik berbentuk krim tersebut memang termasuk keras. Tetapi kerusakan pada kulit wajah yang diakibatkan krim tersebut tidak menimpa semua pemakainya. “Sama seperti berbagai jenis krim lainnnya, pemakaian krim pemutih yang dijual bebas , cocok-cocokan (tergantung cocok tidaknya pada seseorang),” tegas Permadi.

    Untuk mengetahui cocok tidaknya kulit seseorang pada krim pemutih yang akan dipakainya, menurut Permadi ada jalan sederhana. Sebelum memutuskan menggunakannya untuk wajah, coba oleskan dulu di kulit tangan sebelah atas.

    Pakai selama semalam. Jika tidak ada reaksi, berarti krim itu aman,” saran Permadi.

    **

    BOLEH dibilang media telah sukses besar memengaruhi kaum perempuan. Melalui iklan berbagai produk, media gencar mencitrakan bagaimana perempuan yang disebut cantik itu. Sosok cantik yang dicitrakan dan kemudian menjadi idola para wanita di seluruh dunia adalah yang bertubuh langsing, rambut lurus dan berkulit putih.

    Agar langsing, ya harus berani diet. Tak heran jika kemudian banyak komponen pendukung yang dipromosikan untuk menjadi langsing. Mulai dari gula rendah kalori, program pelatihan, pijat refleksi, tusuk jarum dan banyak lagi.

    Sedangkan untuk mendapatkan rambut lurus, teknologi kecantikan yang makin tinggi telah berhasil menciptakan teknologi rebounding atau pelurusan rambut di salon-salon kecantikan.

    Bagaimana dengan kulit wajah yang putih mulus? Ya, itu tadi. Sekarang banyak pemutih wajah yang dijual secara bebas.

    Seorang ibu pernah terkaget-kaget ketika bertemu kembali dengan kenalannya. “Kok wajahnya jadi putih ya. Padahal setahu saya, dulu teman saya itu, ya sama seperti saya. Wajahnya sawo matang. Ternyata teman saya itu memakai pemutih wajah,” cerita ibu tersebut.

    Pernah melihat seorang wanita yang berjalan di bawah terik matahari dengan kulit muka yang sangat merah? Bisa jadi ia juga pemakai kosmetika untuk pemutih wajah. Beragamnya jenis pemutih wajah beragam juga cara kerja dan hasilnya.

    Banyaknya berbagai jenis pemutih wajah dengan harga variatif dari yang mahal hingga yang murah meriah akhir-akhir ini membuat semakin banyak juga kaum perempuan memburunya. Atau hal ini juga karena berlakunya hukum pasar. Ada demand (permintaan) maka ada suplai (penyediaan ). Karena begitu banyak perempuan yang ingin tampil dengan wajah putih mulus , maka produsen yang jeli cepat menangkap peluang untuk menghadirkan kebutuhan kaum perempuan ini.

    Sayangnya, pihak produsen pembuat kosmetik sering tidak sabar melempar produk buatannya ke pasaran. Sebelum departemen kesehatan mengujinya, mereka sudah langsung memasarkannya. Ada juga produsen yang memang nakal. Kendati tahu bahan yang digunakan sebagai pembuat kosmetik pemutih adalah jenis zat berbahaya, atas nama keuntungan maka produsen (pura-pura) melupakannya.

    Akhir Oktober lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 51 jenis kosmetik berbahaya. Di antara kosmetik tersebut terdapat beberapa jenis krim pemutih wajah. Selain tidak terdaftar, kosmetik-kosmetik tersebut ternyata mengandung bahan berbahaya seperti merkuri (Hg) dan merah K.10 (Rhodamin B,C.I Food Red No.15 C.I 45170 ). Bahan-bahan tersebut dilarang digunakan pada produk kosmetik.

    Menurut Kepala Badan POM, H. Sampurna seperti dikutip “PR”, 20 Oktober 2004 lalu, penggunaan bahan-bahan tersebut akan merugikan kesehatan. Antara lain merusak kulit wajah berupa iritasi, pengelupasan kulit, hipopigmentasi, hiperpigmentasi dan karsinogenik teratogenik pada pemakaian jangka tertentu.

    **

    EUIS Megawati, Dra. dari Unit Layanan Pengaduan Konsumen Obat dan Makanan Balai Besar (BBPOM) Bandung mengungkapkan, merkuri bisa berakibat buruk pada ginjal, sedangkan rhodamin B bisa menyebabkan gangguan fungsi hati atau kanker hati apabila digunakan dalam jangka waktu lama.

    Rhodamin B, lanjut Euis , merupakan zat warna sintetis yang sering digunakan untuk pewarnaan kertas dan tekstil. Rhodamin B dilarang digunakan untuk obat, makanan dan kosmetik. Hal ini sesuai dengan Permenkes No

    293/Menkes/Per/V/85 tentang zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya.

    Senada dengan Euis, menurut dokter spesialis kulit Wisnu Kusumawardana, Sp.KK. sebenarnya merkuri merupakan logam berat yang pada suhu kamar berbentuk cair.

    Barangkali kita akan lebih bisa membayangkan jika menyebutnya sebagai air raksa. Dalam kosmetika, merkuri ini biasanya berbentuk senyawa, misalnya

    Ammomated Mercury Chloride (NH2 Hg Cl). Pada kulit, terutama kulit wajah, merkuri bersifat korosif dan merangsang alergi. Artinya, ia dapat menyebabkan iritasi. Itu akibat yang ringan.

    Merkuri bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Karena sifatnya yang menyerap (absorb) melalui kulit, ia akan bisa mencapai aliran darah dan diedarkan ke organ tubuh lainnya. Akibatnya, merkuri akan terakumulasi dalam ginjal. Dalam jumlah yang banyak, tentu saja merkuri bisa merusak fungsi organ vital manusia.

    “Makanya, sebaiknya merkuri tidak ada dalam kosmetika, karena sifatnya yang terakumulasi. Sayang kan jika zat itu sudah menyerang ginjal kita yang tadinya sehat?” kata Wisnu.

    Kulit yang teriritasi merkuri sebenarnya tidak khas, sama saja dengan kulit yang teriritasi dengan zat-zat lain. Misalnya saja, akibat paling ringan berupa gatal-gatal dan pedih, kulit jadi memerah. Akibat yang lebih berat bisa berupa mengelupasnya lapisan teratas kulit (epidermis) yang biasa dikenal dengan istilah epidermolisis.

    Parah atau tidaknya akibat merkuri, tergantung pada kekuatan kulit sang pemakai, juga seberapa banyak ia menggunakannya dan seberapa luas merkuri itu mengenai kulit seseorang.

    Kalaupun Anda telanjur terkena dampak negatif merkuri, jangan putus asa, karena itu bisa diobati. “Tahap pertama, menghentikan pemakaian kosmetika yang mengandung merkuri. Lalu carilah dokter untuk meminta obat anti iritasi. Dokter akan melihat sejauh mana akibat yang ditimbulkan merkuri ini pada kulit seseorang. Jika terlihat agak parah, selain memberikan krim antiiritasi dokter akan memberi krim antibiotik. Bila gejala iritasi kulit kuat sekali dokter akan menambahkan obat peroral,” jelas Wisnu yang juga menjadi dokter konsultan di Natasha Skin Care.

    Biaya penyembuhan tentunya tergantung seberapa parah akibat yang ditimbulkan merkuri pada kulit.

    Iritasi akibat merkuri memang bisa dihilangkan, namun alangkah lebih baik jika kita menghindari kosmetika yang mengandung merkuri sebelum zat itu merusak tubuh.

    Sayangnya kita tidak bisa membedakan mana kosmetika yang mengandung merkuri dan mana bebas zat berbahaya itu. “Produk yang mengandung merkuri tidak dapat dilihat secara kasat mata. . Pembuktiannya harus melalui tes di laboratorium,” tegas dokter yang pernah menjalani crash programm skin care di Singapura dan mendalami masalah dermatitis di Malaysia ini.

    Sebagai tindakan waspada, kita harus memilih kosmetika yang aman. Untuk itu,paling tidak ada tiga hal yang bisa dilakukan.

    Pertama, memilih produk yang terdaftar di pemerintah. Hal itu bisa dilihat dari tanda apakah produk tersebut sudah ada nomor kode dari Depkes.

    Kedua, pilihlah produk yang diawasi tim medis/dokter. Ada banyak produk yang dalam pengolahannya di bawah pengawasan dokter ahli, termasuk produk-produk kosmetika buatan dalam negeri. Ketiga, menggunakan produk kosmetika atas anjuran dokter, terutama dokter yang ahli dalam kulit dan kosmetika. Masih ragu dengan satu produk yang Anda pakai? Bawalah kosmetika itu ke dokter kulit, tanyakan apakan produk tersebut aman untuk jenis kulit Anda. Tidak ada salahnya jika sesekali Anda mendatangi LP POM untuk menanyakan produk mana yang sudah aman dan mana yang tidak.

    Selain merkuri, lanjut Wisnu, ada zat lain yang biasanya terdapat dalam kosmetika dan perlu diwaspadai, yakni zat pewarna Rhodamin B. Pewarna tekstil ini biasa ditemukan pada blush on. Rhodamin B bisa terabsorbsi oleh kulit dan terakumulasi di dalam hati.

    Ella/”PR” – Uci


    ———————————————————————

    Want More ?

    Dampak Dandan terhadap Nilai Tukar Rupiah

    READ THIS FIRST !

    Stop Using Dangerous Cosmetics !

    True Story : Bencana Krim Siang & Krim Malam

    Dikagumi 9 dari 10 Laki-laki


     
    • kosmetik 2:59 am on January 31, 2011 Permalink | Reply

      memangnya apa efek samping dari produk tersebut ?

    • juliette has a gun 5:03 am on April 17, 2009 Permalink | Reply

      oh my god…
      nyeremin banget ngebayanginnya…..

      • beautyonwatch 5:41 am on April 17, 2009 Permalink | Reply

        🙂 jangan ditiru ya…. high-end brand aja high hazard apalagi kosmetik2 gak jelas. karena kulit memang gak bisa diputihkan.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel