Korban Suntik Silikon Didera Teror

Keluhan medis dialami sekitar dua tahun usai perawatan kecantikan dokter gadungan.

VIVAnews – Agnes, 30, korban praktik dokter palsu, meminta perlindungan polisi. Ia mendapat sejumlah teror usai mengungkap kasus kriminal sang dokter kecantikan.

“Saya lega setelah bertemu Pak Wakapolda,” kata Agnes di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Selasa 23 Juni 2009.

Sejumlah teror masuk melalui pesan singkat di telepon genggam pribadi Agnes. Rangkaian ancaman itu membuat hidup Agnes dan keluarga tak tenang. Isi ancaman itu antara lain, “Tunggu saja pembalasan dari saya.”

Peristiwa bermula sekitar tiga tahun lalu saat Agnes menjalani perawatan kecantikan dr Mery. Dokter yang menjalankan praktik dari rumah ke rumah itu menawarkan perawatan kecantikan dengan sistem paket.

Selain mengonsumsi serangkaian obat kecantikan yang diproduksi sang dokter, Agnes juga menjalani suntik silikon.

Keluhan kesehatan mulai muncul saat memasuki tahun kedua. Kulit wajahnya rusak memerah. Agnes tak sendiri, puluhan pasien lainnya juga menderita gangguan kulit serupa.

Agnes kemudian mencecar legalitas sang dokter. Ternyata dokter kecantikan itu tak dapat menunjukkan surat-surat praktik.

Agnes pun melaporkan dokter itu ke polisi atas tuduhan menjalankan praktik dokter palsu. Sekitar setahun lalu polisi kemudian menangkap sang dokter gadungan dan menyita sejumlah obat kecantikan yang diproduksinya.

Atas perbuatan sembrono sang dokter, Agnes menderita kerugian materi sampai ratusan juta rupiah. “Saat ini semua obat-obatan masih dalam pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan,” ujarnya.

• VIVAnews