Jadilah Menurut Imanmu !

“Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”

2 minggu lagi, tahun 2009 akan berakhir, dan tahun yang baru sudah bersiap-siap untuk menggantikan kalender-kalender yang sudah usang.

Aku bertanya-tanya kepada Tuhan, pelajaran apakah yang dapat aku petik dari tahun ini sebagai bekal perjalananku di tahun yang akan datang. Setiap tahun Tuhan selalu memberikan sebuah visi  yang akan kupegang sepanjang tahun.

Awal tahun 2009  Tuhan berjanji akan memberikan pimpinanNya kepada kami kemanakah kami harus berjalan, jalan mana yang harus kami tempuh, entah kami menganan atau mengiri. Tuhan mengajarkan kami untuk peka terhadap kehendakNya, membedakan manakah yang baik, adil dan berkenan kepadaNya. Dan kami rasakan penyertaan dan pimpinan Tuhan sepanjang tahun dalam segala hal, baik yang ‘kecil’ maupun yang ‘besar’.

Dari situ kami belajar bahwa bagi Tuhan tidak ada hal ‘kecil’ ataupun ‘besar’, Tuhan menghendaki supaya kami taat saja dan setia terhadap perkara-perkara yang sederhana. Tuhan ingin kami memasuki rancanganNya dengan  sempurna. Hal yang ‘kecil’ mempengaruhi yang besar, hal yang ‘besar’ dibentuk dari hal-hal ‘kecil’.

Pada awalnya kami tidak mengerti dengan perintahNya yang kadang ‘tidak masuk akal’. Seperti pada pertengahan tahun ini Tuhan memerintahkan kami meninggalkan kota kami dan pindah ke Bandung. Menurut ‘logika’ itu sangat konyol karena kami harus meninggalkan kenyamanan kami disana. Keluarga dan orang-orang disekeliling kamipun meragukannya.

Lalu kami ke Bandung tanpa pekerjaan dan tanpa mengerti apa yang akan terjadi di depan. Kami hanya percaya Tuhan akan sediakan segala kebutuhan kami. 2 minggu setelah kami di Bandung, suamiku tiba-tiba mendapatkan pekerjaan yang baik dan tidak berapa lama kemudian Tuhan membukakan sebuah pintu untuk masuk ke Tanah Perjanjian yang pernah dijanjikanNya kepada kami di kota Bandung. Selain itu banyak pintu-pintu yang dulu tertutup Tuhan bukakan yang akan mengantarkan kami kepada berkat yang lebih besar di depan sana. Kami hanya bisa menangis di kaki Tuhan yang kasih setiaNya berlimpah dalam hidup kami. Di akhir tahun ini kami melihat suatu cakrawala pengharapan yang terang dan luas menantikan kami di tahun yang akan datang.

Suatu pelajaran penting yang tak dapat digantikan oleh harta sekalipun : kami semakin menyadari Hadirat dan penyertaanNya yang nyata setiap saat dan setiap waktu. Iman kami semakin kuat pada saat kami berhasil melewati tantangan yang jauh berada diluar logika kami. Tantangan kami mungkin besar, tapi Tuhan lebih besar dari segala masalah dan tantangan yang kami hadapi. Kami beriman Allah tidak pernah kehilangan kendali terhadap badai sebesar apapun, karena Dia Allah yang berdaulat atas bumi. Tuhanlah yang membentangkan langit dengan tanganNya dan meletakkan dasar bumi dengan kekuatanNya, Dia lebih tau daripada manusia manakah jalan  yang benar dan lurus. Dia tau awal dan akhir dari segala sesuatu.

Pelajaran kedua, iman sejati tidak pernah bertentangan dengan logika manusia. Iman sejati adalah  suatu keputusan untuk menyepakati logika Ilahi yang lebih besar dan mulia. Iman sejati adalah suatu ‘Surat Kuasa’ dari manusia kepada Allah bahwa kita percaya kepada kuasaNya dan mengijinkan Dia bertindak bagi kita. Maka iman sejati adalah kuasa yang sangat besar yang dapat menarik Allah untuk turun tangan. Karena Tuhan berkata : Jadilah menurut imanmu.

Iman dan ketaatan kepada Tuhan memiliki kuasa untuk ‘meratakan gunung-gunung , memecahkan pintu-pintu tembaga dan mematahkan palang-palang besi’ yang akan mengantarkan kita kepada ‘harta kekayaan’ tersembunyi, hasrat hati kita yang terdalam. Apapun itu….