Suntikan Silikon Cair, Murah Merusak

Hati-Hati! Ingin Cantik Malah Wajah Rusak

Selasa, 15 May 2007 15:27:03

Pdpersi, Jakarta – Awas! Silikon cair yang telah dilarang digunakan sejak tiga puluh tahun lalu, ternyata sampai saat ini masih beredar. Zat kimia berbahaya ini kerap masih disalahgunakan, menyuntik organ tubuh tertentu dengan tujuan estetika.

Akibatnya, selama tiga tahun terakhir PERAPI menangani sedikitnya 249 kasus gangguan organ akibat penyuntikan silikon cair.

Sekretaris Jendral Pehimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) Theddeus O.H Prasetyono mengungkapkan hal itu di Jakarta hari ini.

“Itu baru laporan dari 15% anggota PERAPI, jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih besar. Seperti fenomena gunung es,” kata dokter yang akrab disapa Teddy itu.

Pada periode yang sama, Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) juga menerima 32 pengaduan terkait gangguan akibat penyuntikan silikon cair.

Silikon cair yang disuntikkan ke organ tubuh pasien tersebut, kata Teddy, umumnya silikon industri, biasa digunakan untuk pelapis mesin, pelumas mesin, peralatan rumah tangga, dot bayi serta penambal akuarium.

Penyuntikan silikon cair oleh tenaga tidak ahli itu, umumnya dilakukan oleh klinik atau salon kecantikan yang tak memiliki tenaga dokter ahli bedah plastik.

Jasa suntik silikon cair di klinik nonprofesional dan salon kecantikan itu umumnya dipilih karena biayanya lebih murah.

Biaya operasi bedah plastik estetis untuk memperindah hidung yang dilakukan oleh dokter ahli mencapai Rp6 juta-Rp11 juta. Sedangkan, di salon kecantikan penyuntikan silikon cair hanya Rp3 juta-Rp4 juta.

Bahkan, spesialis bedah plastik kecantikan dan rekonstruksi Audy Budiarty mengungkapkan sebagian pelaku menjual jasa penyuntikan hanya seharga Rp100 ribu, bisa dicicil tiga kali.

“Umumnya masyarakat tidak tahu kalau pekerjaan itu tidak boleh dilakukan selain dokter spesialis bedah, biasanya dapat informasi dari rujukan teman atau dari rayuan pelaku,” jelas Teddy.

Audy menegaskan, penggunaan silikon cair untuk tujuan medis maupun estetis dilarang karena berdampak buruk terhadap bentuk, kesehatan dan fungsi organ tubuh.

“Bentuknya jadi jelek, bagian luar merah, menimbulkan abses, pusing-pusing, dan infeksi organ,” kata Audy.

Partikel silikon cair yang menumpuk di jaringan akan menimbulkan reaksi inflamasi kronik yang disebut silikonoma. Silikon cair yang disuntikkan ke organ tubuh akan meresap ke organ tubuh, dampaknya sangat sulit dikontrol. Sehingga, penyuntikan organ tubuh dengan silikon cair untuk keperluan apapun tidak diperkenankan.

“Silikon cair juga tidak bisa diambil kembali dari jaringan secara menyeluruh, jika sudah menimbulkan gangguan sudah sulit disembuhkan, biayanya sangat mahal,” kata Audy.

Hanya Boleh Silikon Padat Audy menegaskan, material yang diperbolehkan untuk operasi bedah plastik, baik itu bertujuan rekonstruksi maupun estetis hanyalah gel silikon dan silikon padat.

Gel silikon adalah campuran silikon padat dan cair yang dibungkus dengan lembar silikon, biasanya digunakan mengisi implan payudara. Sedangkan silikon padat terdiri atas lembar silikon atau bentuk implan jadi buatan pabrik, digunakan untuk keperluan tertentu seperti protesis katup jantung, testis tiruan serta implan hidung dan pipi.

Material tersebut sebenarnya merupakan bahan terbaik sebagai bahan implan, guna memperbaiki tubuh manusia. Pasalnya, bisa diterima tubuh tanpa menimbulkan reaksi negatif.

“Tidak mengalami perubahan kimia di dalam tubuh, tetap stabildan tidak terpengaruh suhu tubuh,” jelas Audy.

Ia menambahkan, setiap keputusan untuk setiap tindakan operasi bedah plastik, harus dikonsultasikan oleh dokter dengan kemampuan dan berizin resmi.(izn)
pdpersi.co.id/

———————————————————————

Henna hazard: Chemical causes ornate allergies

No Such Thing as a Safe Tan, Scientists Say

FDA Cracks Down on Skin Cream and Eye Wash

Awas, Bunuh Diri Gara-gara Obat Diet!

Botox Menimbulkan Kecanduan

Wewangian, Dicinta namun Berbahaya

Hindari Kosmetik yang Mengandung MIT

Kosmetik Berbahaya Bisa Akibatkan Kerusakan Otak

New Born Killer : Lip Gloss !